Selasa, 19 Februari 2013

Remaja Zaman Sekarang


REMAJA DAN SEGALA PERMASALAHANNYA
            Di alam semesta ini, dunia akan terasa hampa dan tak terasa indah jika tidak ada masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat indah, masa dimana semua orang akan mengalami perubahan dari masa kecil menuju masa dewasa. Tetapi, disisi lain, remaja adalah orang yang temperamental atau disebut juga orang yang mudah emosi dan sedikit individualis.
Jika masa remaja kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, maka kedepannya kita akan menjadi manusia yang kalak akan berguna bagi nusa dan bangsa. Sebaliknya, jika masa remaja kita gunakan untuk hal-hal yang sekiranya kurang bermanfaat, maka kedepannya mungkin akan menjadi hal yang sama pula atau menjadi manusia yang terbelakang.
            Kita tahu bahwa, dunia saat ini sangatlah berbeda dengan masa lalu. Zaman sekarang teknologi dunia tumbuh dengan pesat. Handphone sudah ada yang lebih canggih. Ditambah lagi dengan adanya fasilitas internet yang mudah didapatkan dimana-mana, tak usah jauh-jauh, sekarang mungkin di dekat lingkungan kita banyak warnet(warung internet) dimana-mana, anak SMA yang sebaya dengan kita sudah banyak yang membawa handphone model android, dan masih banyak lagi. Zaman sekarang pacaran dimana-mana, tawuran sering sekali terjadi di berbagai sekolah dan menyontek saat ujian pun sudah menjadi tradisi remaja zaman sekarang di Indonesia, banyak sekali seks bebas, terutama di negara barat, di Indonesia pun juga ada seks bebas, para konsumen narkotika pun banyak kita jumpai di Indonesia, dan para penderita HIV/AIDS akibat dari seks bebas yang selalu gonta-ganti pasangan, dan sebagainya. Astaghfirullahal’adzim.
Kita sebagai remaja yang tahu aturan islam, kita harus bisa mengontrol diri kita agar kita tidak ikut terjerumus ke dalam ranjau setan. Salah satu penyebab remaja zaman sekarang menjadi rusak, karena faktor keluarga yang kurang mendukung. Bisa karena orang tuanya yang cerai atau bertengkar, hal seperti itu dapat menyebabkan remaja menjadi rentan untuk melakukan hal yang merusak. Dan bisa juga karena mereka para remaja melakukan hal yang merusak karena untuk melampiaskan diri akibat orang tua yang mendidik anaknya terlalu keras. Kita sebagai remaja juga harus bisa ikut berpartisipasi pada orang tua kita, jikalau orang tua kita mendidik kita terlalu keras, kita bisa mengeluh dengan cara yang halus untuk bisa dibimbing dengan cara yang lebih baik tanpa harus menggunakan fisik.
Dalam kehidupan, pastinya kita selalu mempunyai masalah yang sering terjadi pada diri kita. Dari masalah fisik hingga psikis. Nah, bagi para remaja muslim maupun muslimah, dibawah ini adalah masalah-masalah yang kerap sering terjadi pada remaja saat ini:
1.      Sifat yang mudah tersulut emosi.
Sifat ini sering terjadi di kalangan remaja, terutama kita sendiri. Apakah kita pernah merasakan hal seperti ini?, pastinya semua menjawab “Ya!”. Karena kita tahu bahwa remaja adalah orang yang masih temperamental, dan kita pun juga masih dalam proses pertumbuhan. Mulai dari pertumbuhan fisik maupun psikisnya. Karena kita sedang mengalami masa pubertas, jadi maklum walaupun kita sering tersulut emosinya. Tetapi, ada solusi agar kita tidak terjerumus dalam emosi kita, yaitu banyak-banyaklah kita berdzikir pada Allah SWT, selalu ingat Allah dimanapun engkau berada.
2.      Rasa individualisme yang tinggi.
Kebanyakan dari kita memiliki sifat individualisme(egois) yang tinggi. Biasanya kita selalu mementingkan diri kita sendiri dibanding orang lain. Sebagai contoh, ketika diwisma, saat itu kita hendak mengantri mandi, kita ingin selalu mandi lebih awal dari pada teman kita, ketika teman yang lain juga menginginkan mandi lebih awal, akhirnya terjadi percekcokan antara kita dan teman kita karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah untuk mandi kedua ataupun ketiga. Itu adalah salah satu contoh dari sifat egois. Dalam dunia ini tidak mungkin kita hidup sendirian tanpa seorang teman, kita juga membutuhkan bantuan orang lain agar aktivitas kita jadi semakin ringan karena dengan adanya sikap saling peduli antar sesama.
3.      Sikap iri yang bersifat material/segala macam kebendaan masa kini.
Di dalam kehidupan ini, pastinya kita tidak dapat menghindar dengan adanya teknologi yang semakin maju dan pesat. Di kalangan remaja saat ini. Banyak sekali benda atupun hal-hal yang berkaitan dengan teknologi di sekitar kita. Contohnya, handphone, gaya pakaian, gadget, i pad, i phone, smartphone android, dan sebagainya. Sebenarnya boleh-boleh saja kita memiliki barang-barang yang disebutkan diatas tadi, tapi alangkah sebaiknya, kita sebagai seorang remaja tak mesti harus memilki barang tersebut. Uang pemberian orang tua jangan kita gunakan untuk hal-hal seperti itu, walaupun kita termasuk orang yang mampu sekalipun. Karena itu bukanlah uang milik kita pribadi, melainkan milik kedua orang tua kita yang susah-susah mencari nafkah untuk kita dan keluarga kita. Sebagai anak, kita harus selalu bersyukur dan sering-seringlah kita menabung untuk masa depan kita. Karena tidak selamanya uang didapat dari orang tua, karena kelak suatu saat kita juga akan merasakan hal yang serupa seperti apa yang dialami oleh orang tua kita. Contoh, ada anak yang melihat temannya yang memiliki handphone yang canggih, lalu anak itu iri dan ingin sekali memiliki benda yang sama canggihnya milik temanya itu, akhirnya anak itu mengerang-erang dan memaksa orang tuanya untuk membelikan HP yang sama seperti temannya, padahal orang tuanya tidak mampu untuk membeli HP secanggih itu, untuk kebutuhanpun juga masih perlu dipikir kembali. Sikap seperti itu jangan kita tirukan. Karena tidak baik seorang anak memaksa orang tuanya.
4.      Galaunya para remaja.
Kenapa di dunia ini remaja selalu galau?, padahal galau itu tidak terlalu penting untuk kita pikirkan, sebaiknya kita memikirkan hal-hal positif tentang bagaimana masa depan kita, prestasi kita, dan belajar kita agar kelak kita akan menjadi orang yang sukses di masa mendatang dan dunia-akhirat.
Di lingkungan kita banyak ditemukan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sifat galau. Misalkan galau karena tidak memiliki teman yang banyak, merasa kita dimusuhi banyak orang; galau karena terlalu memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi; galau karena tidak punya pacar padahal teman-teman yang lain mempunyai pacar.
Sebenarnya hal itu sangatlah tidak penting bagi kita para remaja muslim dan muslimah. Apalagi  galau karena tidak memiliki pacar, itu sangatlah tidak wajar. Sebagai remaja islam, pacaran sangat dilarang dalam agama islam. Karena pacaran adalah perbuatan yang sangat dosa. Allah SWT berfirman,
            “Dan janganlah kamu mendekati zina;  sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa:32)
Sedangkan galau karena tidak memiliki teman yang banyak, itu bukanlah hal yang terlalu penting, kita jangan pernah merasa takut tidak memiliki teman yang banyak, misalkan, jika kita merasa kesepian, jangan kita membiarkan rasa kesepian itu begitu saja. Bisa kita gunakan untuk instropeksi diri, “mengapa aku begitu kesepian ya?”, atau “apa yang baru aku perbuat pada mereka?”, begitulah seharusnya kita berpikir untuk mencari jalan keluar penyebab kita kesepian atau tidak memiliki teman. Kita harus tanyakan pada diri kita apa yang telah kita perbuat selama ini kepada teman kita sehingga membuat teman kita tidak mau mendekati kita atau bahkan memusuhi kita. Mungkin saja selama ini kita selalu bersikap cuek maupun jarang tersenyum pada teman kita.
Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendirian. Selagi kita merasa kesepian, kita mencoba untuk selalu berbagi cerita pada teman kita, jangan hanya diam saja, tetapi kita juga harus bersikap ramah antar sesama dan juga kita harus selalu tersenyum pada siapa saja, sopan santun dijaga, rasa perhatian juga harus kita perhatikan dalam bergaul, dan jadilah teman yang supel dan dapat dipercaya.
Ketika kita bergaul kepada teman, pilihlah teman yang baik akhlaknya dan budi pekertinya, pintar dan sopan agar sikap teman kita yang positif itu dapat tertular pada diri kita dan kita menjadi anak yang tidak terjerumus ke dalam jurang maksiat ataupun dosa.
5.      Pergaulan yang sangat bebas.

Ada pepatah mengatakan, zaman sekarang adalah zaman edan, karena zaman sekarang maksiat ada dimana-mana. Di Indonesia, sudah banyak anak remaja yang ikut terpengaruhi oleh pergaulan bebas. Terbukti bahwa 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah tidak perawan lagi. Sungguh mengejutkan dan mencengangkan pergaulan bebas di Yogyakarta.
Suatu penelitian Lembaga Study Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humanoria (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan keperawanannya saat kuliah. Seperti yang dituliskan detik.com, semua responden mengaku melakukan hubungan seks itu dilakukan tanpa ada paksaan.  Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil, astaghfirullahal’adzim.
Menurut direktur LSCK PUSBIH, penelitian dilakukan selama 3 tahun, mulai Juli 1999 sampai Juli 2002, dengan melibatkan sekitar 1660 responden yang berasal dari 16 perguruan baik negeri ataupun swasta di Yogya. Masya Allah, sungguh mengenaskan sekali. Ini baru di Yogyakarta, belum seluruh Indonesia seperti apa. Sungguh mengejutkan!.
Kita sebagai remaja islam, jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan seperti itu. Apalagi tentang seks bebas. Apa sih untungnya kita pacara?, tidak ada untungnya sama sekali untuk kita. Yang kita dapatkan hanyalah rugi untuk diri kita sendiri. Banyak remaja mengatakan, pacaran itu hanya sebagai mencari kesenangan, pacaran itu sebagai motivator dan katalisator.  Apa untungnya coba?, pacaran itu tahap menuju zina, kenapa?, karena dalam pacaran, kita awalnya saling tatap-menatap, setelah tatap-menatap berlanjut ke SMS an dan telpon-telpon an, sehabis SMS dan telpon berlanjut menjadi ketemuan, setelah ketemuan, kencan pegang-pegangan tangan, setelah itu bersentuhan sana-sini yang pada akhirnya hamil diluar nikah atau yang kita kenal dengan “seks bebas”, astaghfirullahal’adzim. Itu adalah perbuatan yang haram dilakukan oleh agama islam, karena di islam sendiri tidak ada istilah yang dinamakan “pacaran”.
Islam adalah agama yang sangat indah, dengan adanya islam, kita akan selalu selamat dari berbagai perbuatan syirik dan haram. Semoga kita yang remaja islam murni islam, masih sanggup menjaga jarak kita dengan lawan jenis, amiiinn...
Hikmah yang dapat kita ambil adalah, kita harus selalu instropeksi diri, banyak beristighfar dan selalu memperbanyak amalan-amalan yang ma’ruf dan menjauhi yang mungkar. Walaupun itu mungkin sulit untuk dilakukan, teruslah beristighfar memohon ampun pada Allah agar selalu terhindar dari perbuatan yang keji dan munkar. Dan juga perbanyak solat malam dan selalu ingat dengan T4, yaitu tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar